Ikut KKP Insinyur PII
Sabtu tanggal 13 Maret 2009 bertempat di Gedung Pertemuan Bioteknologi Cibonong, bersama rekan-rekan mengikuti KKP atau pembinaan profesi Persatuan Insinyur Indonesia yang konon setelah mengikuti KKP ini mendapat gelar Ir (Insinyur), KKP ini isinya adalah pengenalan sejarah dan hukum-hukum insinyur serta manajemen organisasi. Sebelum KKP diadakan juga seminar nasional tentang informatika pertanian untuk pembangunan pedesaan…..
PEMILU LEGISLATIF?
Kalo di DPR/DPRD I/II masih ada yang suka tidur kalo rapat, anggap saja itu dia mewakili rakyat yang suka tidur
Kalo di DPR/DPRD I/II masih ada yang suka mabok, anggap saja itu yang mewakili rakyat yang suka mabok
Kalo di DPR/DPRD I/II masih ada yang suka skandal wanita, anggap saja itu yang mewakili raykat yang suka PSK
Kalo di DPR/DPRD I/II masih ada yang suka berantem, anggap saja itu yang mewakili rakyat yang suka berantem
Kalo di DPR/DPRD I/II masih ada yang suka korupsi, anggap saja dia mewakili rakyat yang suka suap menyuap dengan polantas atau yang suka korupsi waktu, telat masuk kerja/kuliah
Kalo di DPR/DPRD I/II masih ada yang suka gratifikasi, anggap saja dia mewakili rakyat yang suka bikin KTP palsu, atau mahasiswa yang suka nitip absen
Kalo di DPR/DPRD I/II masih ada yang suka ngaji dan bermoral, anggap saja dia yang mewakili raykat yang suka ngaji dan bermoral baik
Jadi, selama masih ada rakyat Indonesia yang suka tidur ketika saatnya bekerja, mabok, maen PSK, korupsi waktu, telatan, malsuin KTP, nitip absen kalo sekolah, bolos sekolah dll, yakinlah, di DPR kita akan masih ada Anggota DPR yang seperti itu
Namanya juga WAKIL RAKYAT…he. ..he….. .
itulah sistem kita Demokrasi… .
DPR BIKIN NEGARA MAKMUR? HANYA MIMPI……
adanya DPR/DPRD adalah bukti bahwa pemimpin tak mampu menjadi aspirator dan tau kondisi rakyatnya. Bukti bahwasanya para pejabat tak mampu menjadi pengayom masyarakat, bukti bahwa pemimpin tak bisa adil… Makanya butuh DPR yang kerjanya cari aaspirasi….
Payah…..
Lalu apa itu DPR?
Kalo di DPR/DPRD I/II masih ada yang suka tidur kalo rapat, anggap saja itu dia mewakili rakyat yang suka tidur Kalo di DPR/DPRD I/II masih ada yang suka mabok, anggap saja itu yang mewakili rakyat yang suka mabok Kalo di DPR/DPRD I/II masih ada yang suka skandal wanita, anggap saja itu yang mewakili raykat yang suka PSK Kalo di DPR/DPRD I/II masih ada yang suka berantem, anggap saja itu yang mewakili rakyat yang suka berantem Kalo di DPR/DPRD I/II masih ada yang suka korupsi, anggap saja dia mewakili rakyat yang suka suap menyuap dengan polantas atau yang suka korupsi waktu, telat masuk kerja/kuliah Kalo di DPR/DPRD I/II masih ada yang suka gratifikasi, anggap saja dia mewakili rakyat yang suka bikin KTP palsu, atau mahasiswa yang suka nitip absen Kalo di DPR/DPRD I/II masih ada yang suka ngaji dan bermoral, anggap saja dia yang mewakili raykat yang suka ngaji dan bermoral baik Jadi, selama masih ada rakyat Indonesia yang suka tidur ketika saatnya bekerja, mabok, maen PSK, korupsi waktu, telatan, malsuin KTP, nitip absen kalo sekolah, bolos sekolah dll, yakinlah, di DPR kita akan masih ada Anggota DPR yang seperti itu Namanya juga WAKIL RAKYAT…he…he…… itulah sistem kita Demokrasi….
Lagi, jadi Ketua Panitia Launching JNE FATETA IPB
Selasa, 31 Maret 2009 saat di Gudang Buku, datanglah para petinggi JNE, ada Direktur Marketing, Kepala Cabangn Bogor dan owner (yang katanya orang JNE sendiri yang udah kerja bertahun-tahun ga pernah ketemu mereka), tapi aku ketemu saat itu. Aku dapat kesempatan lagi, untuk menjadi Ketua Panitia Launching JNEFATETA IPB Bos…..waduh, amanah lagi ni…..berjuanglah….
Atas nama IPB PERS, Pak Rektor IPB minta Fikri mjd Ketua Panitia
Sabtu malam, berdering bunyi SMS dari Direktur IPB PERS yang meminta aku menjadi Ketua panitia bedah buku karya Dr. Ir. Herry Suhardiyanto (Rektor IPB) dan Grand Launching IPB PERS…Lantas Selasa 31 Maret 2009 aku rapat dengan jajaran IPB (Dekan FATETA, Dirut IPB PERS). Yang paling membuatku senang menjalaninya adalah bahwa buku Pak rektor ini ternyata tentang Greenhouse….bidang ilmu saya bos……
Manajer R&D Gudang Buku FATETA IPB
Perlu diluruskan kembali bahwasanya Gudang Buku (GB) adalah milik Fakultas Teknologi Pertanian) yang ditanam sahamnya oleh beberapa orang, tetapi status perusahaan adalah milik FATETA IPB. Selasa, 24 maret 2009 saat bertemu direktur utama Gudang Buku Dr Ir Elang Ilik, beliau langsung menawarkan padaku sebuah pekerjaan baru. Aku tinggal memilih ingin di bagian apa. Setelah diskusi banyak hal tentang Gudang Buku, akhirnya aku tertarik untuk menjadi bagian dari Riset & Development. Ya, m,eneliti dan mengembangkan usaha Gudang Buku menjadi lebih berkembang dan maju dengan tetap mengutamakan pelayanan dan pengembangan teknologi pertanian. Tugas berat namun menantang kembali diamanahkan padaku. Terlebih peran ku adalah sebagai manajer langsung dibawah Pak Elang… Jam kerjaku disesuaikan dengan waktuku. Jam kerjuaku adalah jam 8 hingga jam 13.30 WIB setiap harinya kecuali jika aku ada agenda organisasi (seminar, pelatihan, rapat dll) (he..he enak juga bisa fleksibel), alhamdulillah….jadi, pagi di Gudang Buku FATETA, malam di JNE…tidurnya ya cuma 2-3 jam saja cukup kan untuk seumuran aku??? cukup dong….
Setiap Senin-Jumat Pkl 15.00 sore – Pkl 02.00 dini hari
Selain membangun bisnis pertanian di Kontrakan baru Cibungbulang, Kini pada jam itu Fikri bekerja di JNE Bogor bagian manajemen distribusi , Jalan Soedirman. Sengaja ngambil jam kerja malam-malam karena agar pagi-sorenya masih bisa aktifitas organisasi, kampus dan pertanian serta membangun bisnis. Walaupun demikian, bisa saja di tengah jam kerja izin jika ada rapat dan undangan memberikan materi di suatu seminatr atau kajian. Tidur hanya pkl 02.00-04.30 tiap senin-sabtu tak masalah, mumpung masih muda….

JNE go to pangandaran
Bertemu teman-teman lama
Baru dipost sekarang..he..he…padahal acaranya udah dari bulan Oktober 2008. ga pa2. Inilah foto teman-teman lama (SD Pasaleman 2, Kab. Cirebon). SD pertama kali sayasebelum pindah ke SD Jatiseeng Kidul dan SD Cilengkrang Girang. Banyk kenangan di SD ini, 5 tahun…

Keluarga Besar SD Pasaleman 2 Angkatan 1992
Merakyat “Petani”
Pasca wisuda, aku memilih untuk menyewa sebuah rumah untuk tinggal selama di Bogor di sebuah Desa Cibatok I, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, sejauh 20-30 menit dari kampus IPB Dramaga. Tepat di depan rumah Pak Usnadi, rekan/sahabat petani (memiliki 4 putra/i yang telah memilih menjadi petani dan aktivis LSM pertanian daripada kerja menjadi pegawai asuransi di Jakarta)
, seorang rekan yang banyak membantuku pada saat penelitian, yang menginspirasiku tentang perjuangan grassroot). Kenapa memilih ngontrak di sana? karena ingin lebih terjun dan mendalami swerta hidup bersama masyarakat desa, walaupun aku masih terus berhubungan dengan desaku dan kota ku Cirebon setiap saat. Aku di sana bisa mengerjakan banyak hal dari mulai bersama mereka membina kelompok tani, bertani, manajemen proyek kompos, ngajar di sekolah di sana, buka bimbingan belajar bagi anak-anak sekitar yang ga dapet kesempatan belajar lebih di kota Bogor, bikin training-training bagi pemuda/i di sana…dan masih banyak hal yang bisa aku lakukan selain belajar dan belajar….Dengan tetap ke kampus IPB sesekali dalam setiap hari tentunya….
Setengah hati….Mamah, Papah, Anak Kampung yang Kucel karena sering mandi di Sungai ini Lulus Juga
Sejak selasa, 24 Februari 2009 saat gladiesik Wisuda Fakultas daUniversitas perasaan setengah hati muncul. Entah kenapa, seharusnya bahagia….karena saat wisuda yang ditunggu sejak 4 bulan lalu setelah lulus telah tiba….setengah hati karena perasaan sedih, terlalu banyak kenangan saat mahasiswa, sedih karena menyandang gelar STP yang berarti beban moral atas gelar terlekat dan harus dipertanggungjawabkan.
Rabu, 25 Februari 2009 ditemani keluarga besar dan sahabat ku dari kampung halaman tepat Pkl 07.00 segera masuk Gedung Graha Widya Wisuda, tempat ribuan mantan mahasiswa dibuat menangis oleh ucapan Rektor ketika mengatakan : “Dengan ini IPB mewisuda ……lulusan Sarjana……dengan diberikan gelar sesuai kompetensi masing-masing dan dengan ini telah diberikan juga segala hak dan KEWAJIBAN atas gelar tersebut”….sungguh luar biasa kata-kata itu terutama yang dicetak huruf besar….
Orang tua ku menagis terharu, bangga dan memeluku erat….
Ya, ketika namaku disebut sebagai lulusan terbaik, maju diantara lulusan terbaik program Doktor, Magister dan Fakultas Lainnya, di hadapan Rektor, Wakil rektor 1-4, Dekan semua Fakultas, Pimpinan MWA (Majelis Wali Amanah), Ketua Senat Akademik, Ketua Dewan Guru Besar, dan disaksikan ribuan orang tua mantan mahasiswa serta teman-temanku yang saat itu tengah dilantik menjadi Sarjana, Doktor, Ahli Madya dan Magister, dan tentunya yang menyaksikan di luar gedung dengan layarnya..Aku tak tau saat itu apa yang tengah dilakukan Ibu dan Bapakku saat aku maju, naik diantara tangga karpet merah menghampiri Wakil rektor untuk diberikan piagam dan disalami nya bersama Rektor dan Ketua Senat Akademik IPB yang saat itu tengah memimpin Sidang Terbuka. Aku menangis, menangis karena apakah pantas? Aku yang lemah, hamba yang banyak salah dan dosa, diberikan ujian nikmat seperti ini?…Yang pasti lagu kenangan persembahan paduan Suara IPB yang populer di manca negara itu telah membuatku menangis hingga doa penutup Sidang itu…]
Aku naik Traktor…
Tepat Pkl 10.00 aku keluar dari GWW, traktor TEP IPB tengah menunggu. Aku terbersit, apa makna semua ini? Traktor itu menjemput seakan mengingatkanku untuk segera turun, mengendarainya di sawah-sawah para petani yang petakannya kurang dari 0.02 Hektar itu…..Ah…ternyata fikiran itu sekejap, karena tertutupi oleh jargon Goorsa 3X Cooos yang mendengung oleh puluhan mantan mahasiswa Teknik Pertanian yang sedang berbahagia….
Pkl 11.oo kembali dengan duduk manis, setengah hati menjalani prosesi kedua..Ya, Wisuda fakultas di FATETA IPB….
Pukulan itu bertubi-tubi…
Terpukul rasanya ketika sekali lagi namaku disebut. kali ini bersama nama Ayahku…”Endriana”. ketika Aku dipanggil maju sebagai Lulusan Terbaik Departemen Teknik Pertanian dan sekaligus Lulusan Terbaik Fakultas Teknologi Pertanian, lalu menerima piagam dari Dekan dan Ketua Senat Akademik Fakultas…..Aku melihat Ibu dan Ayahku kembali menangis….
Itu adalah pukulan atas ujian nikmat yang bisa-bisa terlena…
Yang paling menjadi beban adalah ketika, sesaat setelah aku duduk kembali, tiba-tiba namaku disebut kembali karena mendapat suara terbanyak atas Award wisuda kali ini bertajuk “Laskar Mentari”, yaitu penghargaan bagi mantan mahasiswa yang katanya telah berkontribusi bagi teman-temannya di Jurusan dan jurusan itu sendiri, yang katanya selalu diingat oleh teman-temannya, yang paling berpengaruh atas teman-temannya…
Ternyata teman-teman terbaiku telah memilih ku untuk Award itu dengan Poling yang dilakukan…terima kasih teman-teman. Aku tak tau ini penghargaan atau peringatan? Yang pasti ini adalah beban moral terbesar…Apakah setelah ini aku bisa terus berkontribusi bagi teman-temanku, bagi almamater ku? bagi pertanianku?….atau hanya sebatas plakad yang kali ini Wakil Dekan yang memberikannya?
Padahal award itu harunys diberikan pada teman-temanku yang telah banyak mendidiku dan menjadikanku lulus…kalian adalah yang terbaik teman-teman..dinamisnya kalian membuatku mencoba untuk belajar dewasa selama 4 tahuan ini
Sudahlah…ini hanya maya, ini hanya dunia, ini hanya satu hari…tidak selamanya…Orang tuaku hanya tersnyum hari itu saja?
Hanya berakhir sampai Pkl 14.00 kok…
Setelah itu? beban bertumpuk, fikiran bertumpuk…akan kemanakah aku pergi membawa hak dan kewajiban ini? di usia yang tersisa ini? Apakah orang tuaku akan tersenyum kembali setelah ini?
Semoga tulisan ini bukan ujub atau sombong, semoga ini hanyalah menjadi sbuah bukti untuk para pembaca, untuk menjadi inspirasi, agar tidak takut untuk bergerak…Jadilah bukti, jangan menunggu bukti…Di atas awan masih ada awan…setiap orang punya kelebihan dan kekurangan, tak ada yang sempurna..karena manusia tak sampai setetespun air di laut dibanding dengan sang Maha Penciptanya….Aku hanyalah hamba kecil yang banyak salah dan dosa..