Setengah hati….Mamah, Papah, Anak Kampung yang Kucel karena sering mandi di Sungai ini Lulus Juga
Sejak selasa, 24 Februari 2009 saat gladiesik Wisuda Fakultas daUniversitas perasaan setengah hati muncul. Entah kenapa, seharusnya bahagia….karena saat wisuda yang ditunggu sejak 4 bulan lalu setelah lulus telah tiba….setengah hati karena perasaan sedih, terlalu banyak kenangan saat mahasiswa, sedih karena menyandang gelar STP yang berarti beban moral atas gelar terlekat dan harus dipertanggungjawabkan.
Rabu, 25 Februari 2009 ditemani keluarga besar dan sahabat ku dari kampung halaman tepat Pkl 07.00 segera masuk Gedung Graha Widya Wisuda, tempat ribuan mantan mahasiswa dibuat menangis oleh ucapan Rektor ketika mengatakan : “Dengan ini IPB mewisuda ……lulusan Sarjana……dengan diberikan gelar sesuai kompetensi masing-masing dan dengan ini telah diberikan juga segala hak dan KEWAJIBAN atas gelar tersebut”….sungguh luar biasa kata-kata itu terutama yang dicetak huruf besar….
Orang tua ku menagis terharu, bangga dan memeluku erat….
Ya, ketika namaku disebut sebagai lulusan terbaik, maju diantara lulusan terbaik program Doktor, Magister dan Fakultas Lainnya, di hadapan Rektor, Wakil rektor 1-4, Dekan semua Fakultas, Pimpinan MWA (Majelis Wali Amanah), Ketua Senat Akademik, Ketua Dewan Guru Besar, dan disaksikan ribuan orang tua mantan mahasiswa serta teman-temanku yang saat itu tengah dilantik menjadi Sarjana, Doktor, Ahli Madya dan Magister, dan tentunya yang menyaksikan di luar gedung dengan layarnya..Aku tak tau saat itu apa yang tengah dilakukan Ibu dan Bapakku saat aku maju, naik diantara tangga karpet merah menghampiri Wakil rektor untuk diberikan piagam dan disalami nya bersama Rektor dan Ketua Senat Akademik IPB yang saat itu tengah memimpin Sidang Terbuka. Aku menangis, menangis karena apakah pantas? Aku yang lemah, hamba yang banyak salah dan dosa, diberikan ujian nikmat seperti ini?…Yang pasti lagu kenangan persembahan paduan Suara IPB yang populer di manca negara itu telah membuatku menangis hingga doa penutup Sidang itu…]
Aku naik Traktor…
Tepat Pkl 10.00 aku keluar dari GWW, traktor TEP IPB tengah menunggu. Aku terbersit, apa makna semua ini? Traktor itu menjemput seakan mengingatkanku untuk segera turun, mengendarainya di sawah-sawah para petani yang petakannya kurang dari 0.02 Hektar itu…..Ah…ternyata fikiran itu sekejap, karena tertutupi oleh jargon Goorsa 3X Cooos yang mendengung oleh puluhan mantan mahasiswa Teknik Pertanian yang sedang berbahagia….
Pkl 11.oo kembali dengan duduk manis, setengah hati menjalani prosesi kedua..Ya, Wisuda fakultas di FATETA IPB….
Pukulan itu bertubi-tubi…
Terpukul rasanya ketika sekali lagi namaku disebut. kali ini bersama nama Ayahku…”Endriana”. ketika Aku dipanggil maju sebagai Lulusan Terbaik Departemen Teknik Pertanian dan sekaligus Lulusan Terbaik Fakultas Teknologi Pertanian, lalu menerima piagam dari Dekan dan Ketua Senat Akademik Fakultas…..Aku melihat Ibu dan Ayahku kembali menangis….
Itu adalah pukulan atas ujian nikmat yang bisa-bisa terlena…
Yang paling menjadi beban adalah ketika, sesaat setelah aku duduk kembali, tiba-tiba namaku disebut kembali karena mendapat suara terbanyak atas Award wisuda kali ini bertajuk “Laskar Mentari”, yaitu penghargaan bagi mantan mahasiswa yang katanya telah berkontribusi bagi teman-temannya di Jurusan dan jurusan itu sendiri, yang katanya selalu diingat oleh teman-temannya, yang paling berpengaruh atas teman-temannya…
Ternyata teman-teman terbaiku telah memilih ku untuk Award itu dengan Poling yang dilakukan…terima kasih teman-teman. Aku tak tau ini penghargaan atau peringatan? Yang pasti ini adalah beban moral terbesar…Apakah setelah ini aku bisa terus berkontribusi bagi teman-temanku, bagi almamater ku? bagi pertanianku?….atau hanya sebatas plakad yang kali ini Wakil Dekan yang memberikannya?
Padahal award itu harunys diberikan pada teman-temanku yang telah banyak mendidiku dan menjadikanku lulus…kalian adalah yang terbaik teman-teman..dinamisnya kalian membuatku mencoba untuk belajar dewasa selama 4 tahuan ini
Sudahlah…ini hanya maya, ini hanya dunia, ini hanya satu hari…tidak selamanya…Orang tuaku hanya tersnyum hari itu saja?
Hanya berakhir sampai Pkl 14.00 kok…
Setelah itu? beban bertumpuk, fikiran bertumpuk…akan kemanakah aku pergi membawa hak dan kewajiban ini? di usia yang tersisa ini? Apakah orang tuaku akan tersenyum kembali setelah ini?
Semoga tulisan ini bukan ujub atau sombong, semoga ini hanyalah menjadi sbuah bukti untuk para pembaca, untuk menjadi inspirasi, agar tidak takut untuk bergerak…Jadilah bukti, jangan menunggu bukti…Di atas awan masih ada awan…setiap orang punya kelebihan dan kekurangan, tak ada yang sempurna..karena manusia tak sampai setetespun air di laut dibanding dengan sang Maha Penciptanya….Aku hanyalah hamba kecil yang banyak salah dan dosa..
Menjadi Narasumber dan Moderator di berbagai kajian dan seminar dengan berbagai topik
Salah satu kegiatan Fikri Alhaq Fachryana adalah memberikan pengalaman dengan menjadi narasumber atau sekedar memotivasi…..di www.fikribicara.wordpress.com
Berkeliling dari kabupaten ke kabupaten dengan GEMATETA
Mulai bulan Februari 2009 ini aku hobi berkeliling dari satu kabupaten ke kabupaten lainnya gan GEMATETA….www.gemateta.wordpress.com
Ketika Pilihan Hidup kini menjadi : Kerja dulu? Kuliah? Dosen? Pekebun?
Senin, februari 2009 dalam 1 hari ada 2 telepon masuk dari dua perusahaan yang berbeda. Satu dari PT Ciliandra, Firs resources, Perusahaan Sawit (Budidaya, Pengolahan dan biodiesel) besar di Indonesia sebagai perusahaan internasional aliansi Singapura, menawari bekerja sebagai Field Assisten untuk ditempatkan di Pekanbaru Riau. Ya, Training 4 bulan dengan berbagai fasilitas dan uang saku, ditambah kontrak 24 bulan setelahnya dengan gaji dan fasilitas sama dengan karyawan tetap dan menjadi karyawan tetap dan naik pangkat setelah 24 bulan itu. Tau sendiri, perusahaan sawit, hari gini yang sedang menjulang-julangnya…tawaran gaji dan fasilitas besar….Wah..ini menarik, karena secara idealis, ini masuk lategoriku, karena pekerjaan di bidang ku..pertanian (mekanisasi pertanian).Telepon 1 lagi dari Lembaga Bimbingan TEKNOs Bogor yang menginginkan aku ngajar di tempatnya, ngajar segala macam pelajaran IPA tentunya. Ini bagus juga, akan menjadi ladang cari makan selama persiapan S2 di Bogor..
Malamnya ada tawaran dari TRUBUS sebagai reporter…wah…ini lebih menarik lagi, karena pekerjaanya sangat cocok dengan hobi ku, berpetualang, tutun desa, pergi ke luar daerah untuk belajar banyak kondisi pertanian…dan tentunya ini akan membentuku untuk menmbiayayi hidup pra S2 di Bogor.
Kini….istikharah menjadi satu-satunya harapanku….Ortuku….pasti ingin yang terbaik….
Pilih mana? Kuliah dan jadi dosen? atau kerja dulu lalu kuliah dan bisa saja daftar juga jadi dosen….
Ternyata yang dicari ada juga
ternyata, setelah kian lama menantikan hadirnya teman seperjuangan yang terus berteriak lantang akan sesuatu yang benar dengan independen…, ada juga. Ya, mahasiswa-mahasiswa independen, tanpa masuk organisasi manapun, yang selama ini katanya tak didengar pendapatnya oleh yang jadi elit-elit mahasiswa (ada ya elit mahasiswa???). Mahasiswa-mahasiswa yang suka nongkrong di kantin namun punya pemikiran yang tidak kalah dengan mahasiswa-mahasiswa yang suka diskusi di sekret-sekret BEM. itulah Forum Pojok Mahasiswa pertanian. Bulan januari 2009 lalu pertama kalinya aku diundang dalam diskusinya mereka. Ternyata benar, dari diskusi ringan dari warung kopi ke warung kopi, dari kantin ke kantin, saat itu diskusi pertama kalinya di sebuah kos-kostan dengan hanya 4 orang sambil ngopi hangat, kita merencanakan sebuah gerakan untuk merevisi UU BHP yang selam ini katanya orang-orang di organisasi-organisasi kampus menyatakan setuju, tapi hanya ada 3 pasal yang harus direvisi. Tapi Forum Pojok Mahasiswa ini berkata lain, mereka menolak sama sekali BPH dengan alasan yang sangat tegas : Kapitalisme pendidikan……dengan berawal dari itu, kami pun terus bergerak, dari mulai menyebarkan tulisan pencerdasan pada mahasiswa agar mahasiswa yang selama ini ga tau BHP jadi ngeh…menempel spanduk (yang akhirnya spanduk ini ada yang nyopot, entah tangan siapa?????) sampai kita terus diskusi, mengundang teman-teman sevisi dari universitas lain se JABODETABEK, bahkan sampai PAPUA, kami berdiskusi dengan pimpinan Universitas …dan akhirnya…tunggu saja aksi selanjutnya yang lebih menggelegar…karena kata mereka, sekali bergerak, terus untuk bergerak…karena mereka yakin mereka independen, berasal dari hati, tanpa ada intervensi di kanan kirinya…karena mereka tak pernah berafiliasi dengan manapun…..
Akus ebagai pendiri KOBAMA (Komite Bangkit Mahasiswa) yang juga punya visi mencerdaskan mahasiswa2 agar cerdas dalam memilih dan menhyikapi sesuatu, agar tak terjebak dalam “asal ikut-ikutan”, senantiasa mendukung gerakan Pojok Mahasiswa pertanian ini….
teruslah bergerak kawan….karena kalian adalah dari hati…buktikan pada semuanya bahwa mahasiswa yang suka nongkrong di warung kopi bukan berarti tak punya pemikiran cerdas dan tak punya kepedulian pada bangsa….Kalian juga punya dong….karena, emang salah minum kopi? kan ga salah….asalahkan minum kopinya sambil diskusi tentang masalah bangsa lalu mencari solusinya….yang penting kan tidak minum BIR atau alkohol…yang penting kan tidakminum obat-obatan….yang penting kan tidak berbuat dosa dan tidak melanggar peraturan bos…..
Dan dengan ngopi di warung bisa melahirkan diskusi-diskusi penting..dari pada saudara2 kita yang lain yang diskusinya di hotel, walau diskusinya elit tapi setelah diskusi terus makan-makan enak dan apa yang didiskusikan hilang lalu pulang dan lupa…….atau dari pada main game, dari pada nongkrong di jalan tanpa ada yang dihasilkan
jadi, jangan remehkan teman-teman yang suka ngopi di kantin bung….
Ke depan mereka rencananya akan berdiskusi soal masalah pertanian lainnya…(agraria, dan lain lain…