Mendirikan CV. Fikri Teknik
CV. Fikri Teknik adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang penelitian dan pengembangan serta penyalur alat mesin pertanian yang bekerja untuk melayani konsumen yang terdiri atas petani, kelompok tani, pemerintah maupun pengusaha yang membutuhkan alat mesin pertanian. Perusahaan ini beranjak dari sebuah kepedulian akan kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya alat mesin pertanian dan rendahnya kemampuan daya beli dan daya guna masyarakat atas alat mesin pertanian. Ini adalah awalan dari bukti kecintaan akan profesi dan usaha untuk melepas ketakutan akan dunia kapitalis yang melepaskan aku dari idealisme profesi teknik pertanian. Ayo siapa mau gabung atau menjadi kompetitor bisnis? semakin banyak kompetitor, semakin terbukalah pasar bebas dan konsumen akan menjadi raja, petani akan menjadi tuan atas tanahnya sendiri.
Pasca Lulus, Lanjut berkontribusi di PERTETA dan METI
Selepas kelulusan dari sarjana teknologi pertanian, aku langsung mendaftarkan diri menjadi anggota Perhimpunan Teknik Pertanian (PERTETA) kepada ketua umum langsung, Dr. Ir. Sam Herodian MS. juga kepada wakil ketua Masyarakat Energi Terbarukan (METI) Ir. Sri Endah MSi. 2 Organisasi itulah yang selama menjadi mahasiswa menjadi organisasi senior tempatku meminta pertimbangan dan wejangan, maka dari itu, aku bertekad ingin bergabung dan ikut berkontribusi di dalamnya.
Kontribusi tak berhenti sampai di sini…
Jumat, 12 September, seperti rencana aku memberikan value atas kontribusi akademik dari TK hingga jenjang S1. Ya, dalam sidang (begitu istilah ujian skripsi di fakultas saya, fakultas teknologi pertanian), dimana saat itu ujian atas penelitian dan apa yang didapat semasa kuliah diujikan dan ditentukan apakah lulus sebagai sarjana teknologi pertanian (gelar S.Tp) atau harus mengulang. Akhirnya, dengan 3 dosen penguji, 2 Doktor dan 1 orang Profesor aku lulus juga dengan sidang kurang dari 1,25 jam dan tanpa perbaikan. Alhamdulillah, semua yang ditakutkan akhirnya telah terjadi, dan yang penting, aku telah memberikan value atas usahaku di atas kertas kelulusan. Sesaat aku bahagia, namus satu jam kemudian hatiku berfikir, gundah rasanya dan menyesal rasanya telah meninggalkan status kemahasiswaanku yang selama ini aku jaga dan aku banggakan. Aku bertanya, apakah setelah ini aku masih bisa berteriak lantang dengan bebas? ataulah aku terjeras dalam lingkungan kapitalis yang menilai value adalah uang, bukan lagi value atas pengorbanan? aku takut, aku akan terjebak dalam suasana itu pasca kuliah. tetapi tidak…aku akan terus berusaha. tiga bulan lagi aku diberi kesempatan untuk menjadi mahasiswa, dengan menunda SKL (Surat keterangan Lulus) aku melanjutkan amanah di DPM KM, HIMATETA, BEM FATETA dan IMATETANI hingga akhir Desember tahun 2008 ini.
Terpaksa untuk Sidang/Ujian Akhir sebelum waktunya
Jumat, 12 September 2008 adalah waktu yang terlalu singkat dari yang direncanakan, ya Pkl 13.00 di Ruang Sidang Fakultas Teknologi Pertanian, Fikri Alhaq Fachryana, melaksanakan momen untuk berkontribusi, menorehkan nilai/value akademiknya dengan ujian skripsi. Dengan bimbingan Dr. Ir I Wayan Astika M.Si dan penguji Prof. Dr. Ir Bambang Pramudya M. Eng dan Dr. Ir Sutrisno, M.Agr dengan Judul Skripsi ” Analisis Faktor Penghambat Penggunaan Alat mesin Perontok Padi (Studi Kasus di Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor”. tetapi, karena masih ada amanah di Dewan perwakilan Mahasiswa, HIMATETA IPB, IMATETANI dan BEM FATETA, Fikri tidak akan mengurus Surat keterangan Lulus (SKL) secepatnya dan memilih untuk tidak wisuda Bulan Oktober 2008. Fikri berencana untuk mengurus SKL ketika semua amanah atas sumpah jabatan telah selesai dan wisuda di tahap 2 Bulan Pebruari 2009. Sidang di saat sebelum Idul Fitri adalah sebuah hadiah yang ingin fikri berikan sebagai hadiah lebaran pada
kedua orang tua dan keluarga.