Solusi atas semua ini adalah….
Solusi atas permasalahan ini adalah : kembalilah pada kodratnya..kembalilah pada bidangnya….jika bidang kita teknik pertanian, maka kembalilah pada teknik pertanian…jikalau setiap orang di Indonesia ini bekerja menurut keahliannya, maka setiap sendi-sendi masalah di hidup, akan terselesaikan oleh ahlinya….amin.
Opini soal kenaikan harga kedelai nasional
AKHIRNYA BEA MASUK KEDELAI DITURUNKAN…
INI SOLUSI SESAAT ATAU JANGKA PANJANG?
Oleh : Fikri Alhaq Fachryana
Harga kedelai yang saat awal Januari 2008 lalu masih berada pada tingkat Rp. 3450 / kg, tetapi saat ini telah mencapai Rp. 7500 / kg. Kenaikan lebih dari 100 % memaksa para pengrajin tempe dan tahu se Jabodetabek menggelar aksi penuntutan reaksi nyata pemerintah untuk mengatasi kenaikan harga ini. Aksi yang dilakukan pada hari Senin, 14 Januari 2008 di Istana Negara dan Gedung DPR RI menjadi reaksi keras mereka setelah sebelumnya mengadakan mogok operasi hingga hari – hari ini kita pun sulit menemukan tahu di sekitar kita. Aksi yang diterima oleh komisi VI DPR RI dan selanjutnya oleh Menteri Pertanian Bpk. Anton Apriantono menuntut pemerintah segera untuk melakukan aksi nyata untuk memperbaiki keadaan.
Akhirnya dengan tegas Ibu. Mar’i Elka Pangestu Menteri Perdagangan RI menyatakan, satu-satunya jalan adalah menurunkan bea masuk impor kedelai dari 10 % hingga 0 % untuk memenuhi pasokan kedelai dalam negeri yang akhir – akhir ini berkurang dan menyebabkan harga naik (permintaan tetap, penawaran menurun).
Sebuah solusi konkrit namun, tetap menjadi dilema bagi kita. Bagi kaum perdagangan ini adalah hal yang biasa dalam mengatur impor dan bea masuk. Tetapi bagi kita kaum pertanian, ini menjadi oto kritik yang tajam. Akankah solusi itu hanya impor, impor dan impor ? kapankah solusi itu adalah menaikan produktivitas petani kita untuk menanam kedelai di tengah bencana alam atau gagal panen dan tak menentunya iklim? Mari, kaum pertanian….pedulilah dengan kondisi ini. Jangan biarkan impor menjadi solusi permanen bagi masalah-masalah kontemporer !!!!
Apa yang akan kita berikan kaum teknik pertanian ? Tentunya kita bisa mencari solusi dalam hal peningkatan produktivitas lahan pertanian kedelai, mengurangi loss pada saat pengolahan hasil kedelai dan menciptakan sebuah sistem pemasaran yang baik untuk komoditi kedelai. Ini solusi yang harus dipikirkan kita semua.
Opini soal sistem pertanian kita
PILIH GULA ATAU BERAS ?
Oleh : Fikri Alhaq Fachryana *
Mengapa sejak berlakunya sistem tebu rakyat di tahun 1998, banyak petani Kabupaten Cirebon yang beralih profesi menjadi petani tebu atau penyewa lahan untuk tebu pada pabrik? Mengapa banyak lahan sawah yang beralih fungsi menjadi lahan budidaya tebu sejak saat itu? Sebuah dilema antara kekurangan pasokan gula nasional dan kekurangan pasokan beras nasional di tengah-tengah kegagalan panen akibat bencana. Tahun 2007 saja Indonesia harus mengimpor gula sebanyak 787.000 ton karena pabrik gula Indonesia tidak mampu mencukupi kebutuhan gula nasional baik untuk konsumsi masyarakat atau industri. Di lain pihak, program peningkatan produktivitas beras nasional 2 juta ton harus berebut lahan dan kepentingan dengan tebu sebagai bahan baku gula utama.
Mau pilih mana? Gula atau beras? Pemerintah dengan segala sistemnya lah yang harus menentukan dan tentunya masyarakat petani yang harus juga mau diatur.
PETANI PADI TAK SEBERUNTUNG PETANI TEBU
Inilah sistem yang harus membuka mata kita bersama. Petani tebu sangat beruntung, karena :
- Petani tebu sudah kuat dengan asosiasinya APTRI (Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia), dimana dana dan fasilitasnya secara swadaya tersedia (lihat saja gedung megah sekretariat DPD APTRI Jawa Barat di Bandung)
- Selain itu, forum-forum yang mendukung sistem dan kepentingan petani tebu rakyat pun terbentuk seperti FMGI (Forum Masyarakat Gula Indonesia) di tingkat nasional, Forum Musyawarah Produksi Wilayah (FMPW) di setiap wilayah pabrik gula
- Ketersediaan alat mesin pun terjamin dengan adanya peminjaman dari pabrik gula BUMN Pemerintah.
- Ketersediaan modal, sarana produksi dari pra tanam hingga panen disediakan pemerintah melalui Kredit Ketahanan Pangan (KKP) dan BRI serta KUD sebagai penyalurnya.
- Penjagaan harga pasar dan sistem paska panen (pengolahan dan pemasaran) yang terstruktur bekerjasama dengan pabrik gula milik pemerintah menjadi kekuatan tersendiri petani tebu rakyat.
- Wajar saja jika keberhasilan para petani tebu rakyat dapat dibuktikan dengan harta dan kondisi ekonomi mereka yang jauh meningkat.
Tetapi kita lihat petani padi dan palawija. Jelas, keberuntungan-keberuntungan yang didapat petani tebu rakyat dari nomor 1 hingga 6 belum ada di tengah petani padi dan palawija. Kelemahan – kelemahannya adalah :
- Organisasi petani padi tidak ada, kalaupun ada tidak terstruktur dengan baik, kita lihat saja Himpunan Keluarga Tani Indonesia saja tidak selalu ada di setiap kabupaten. Kelompok-kelompok tani bentukan swadaya dan pemerintah pun tidak banyak yang aktif. KUD (koperasi Unit Desa) kini hanya menjadi kenangan orde baru.
- Petugas Penyuluh Lapang (PPL) dimana 1 PPL per kecamatan sebagai komitmen dinas pertanian, tidak begitu terlihat implikasinya, karena di beberapa daerah tidak aktif (contoh kasus Kabupaten Cirebon).
- Ketersediaan alat mesin pertanian, siapa yang menyediakan? UPJA (Unit Pelayanan Jasa Alat mesin pertanian), tak banyak aktif di daerah, hanya di daerah tertentu saja.
- Tidak ada sistem bantuan modal apalagi sarana produksi. Bantuan hanya subsidi pupuk.
- Sistem permodalan dan bantuan dari pra tanam hingga pasca panen dikuasai oleh tengkulak (arti : pihak yang membeli hasil produk pertanian dari petani dengan uang miliknya dengan harga yang sangat rendah dan untuk kemudian dijual kembali dengan harga yang jauh lebih mahal), atau bandar (pihak yang menjadi perantara antara pasar dengan petani). Petani tak pernah tau harga pasar, sehingga bisa saja dibodohi oleh tengkulak dan bandar.
- Mengapa petanin masih saja bergantung pada tengkulak dan bandar walaupun mereka telah menyadari mereka telah banyak dirugikan? Jawabannya karena mereka menerima modal dan bantuan sarana produksi pertanian dari tengkulak dan bandar, akhirnya mereka saling ketergantungan dan dilema.
Maka dari itu, solusinya adalah : Jikalau kelompok tani aktif dan diberikan fasilitas oleh pemerintah dan dinas pertanian, maka tak ada lagi kebergantungan petani pada tengkulak (penjerat leher petani). Mereka dengan swadayanya dapat memfasilitasi permodalan, sarana produksi pertanian, saling bertukar fikiran karena PPL aktif, mempertahankan sistem pasar, kolektif pemasaran dengan pasar hasil pertanian dan sistem peminjaman alat mesin pertanian dll.
Pertanyaannya adalah : sudahkah pemerintah Kabupaten, Kecamatan, Desa kita siap dan benar-benar mendukung petani dengan programnya? Walaupun hebatnya visi dan semangat menteri pertanian, namun jika tidak didukung oleh aparat pemerintah di daerah, percuma saja. Tulisan ini untuk menggugah hati para pembaca, mudah-mudahan bermanfaat. Mari mulai berkontribusi, walau hanya sebuah pemikiran dan kata ”menolahk di hati melihat penderitaan petani kita”.
Untuk diskusi : <!– var prefix = ‘ma’ + ‘il’ + ‘to’; var path = ‘hr’ + ‘ef’ + ‘=’; var addy19577 = ‘fikri_advokasi’ + ‘@’; addy19577 = addy19577 + ‘yahoo’ + ‘.’ + ‘com’; document.write( ‘‘ ); document.write( addy19577 ); document.write( ” ); //–>\n fikri_advokasi@yahoo.com <!– document.write( ‘‘ ); //–> /085691927676.
*Ketua Ikatan Mahasiswa Teknik Pertanian Indonesia, Mahasiswa Sistem Manajemen Mekanisasi Pertanian IPB.
Opini soal mekanisasi pertanian
MEMBUAT PETANI BUTUH, BUKAN MEMAKSAKAN PETANI YANG TIDAK BUTUH
Hasil Pertemuan I Alsintan IMATETANI-Akademisi 23 Januari 2008 FATETA IPB
Mengapa orang desa rela mengeluarkan uang yang terbatas untuk membeli sepeda motor baru, dan mengapa mereka rela membeli kredit dengan DP=0 untuk hanya untuk memiliki sepeda motor? Mengapa orang desa termasuk pertaninya bisa membeli HP dengan harga mahal? Apakah mereka membutuhkan sepeda motor dan HP?
Selain gengsi, karena memang merekapun membutuhkan sepeda motor dan HP untuk kehidupan sehari-hari. Atau karena nilai harapan yang didapatkan dengan sepeda motor dan HP dinilai lebih tinggi dari investasi yang dikeluarkan. Nilai harapan itu termasuk gengsi dan prestise.
Bagaimana dengan alat mesin? Relakah petani membeli alat mesin pertanian? Apakah mereka membutuhkan? Atau mereka dapat meningkatkan gengsi mereka dengan alat mesin pertanian?
Indonesia melakukan mekanisasi lebih dulu dari Thailand dan Korea, tapi saat ini bisa kita bandingkan perkembangan mekanisasinya.
Beberapa sebab mengapa alat mesin pertanian yang telah diciptakan banyak perguruan tinggi banyak tersendat perkembangannya.
Faktor Kelembagaan Alat Mesin Pertanian
a. Kelembagaan yang menangani alat mesin pertanian di Indonesia sangat beragam. Kelembagaan itu adalah Perguruan tinggi, Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian dan Balai pengawasan Mutu Alat Mesin Pertanian (di bawah Deptan), BPPT Pertanian. Bahkan lembaga balai perkebunan, balai tanaman pangan dan balai industri agro serta deperindag pun ikut-ikutan melakukan riset dan pengembangan alat mesin pertanian. Tapi saat ini, sudahkah seluruh kelembagaan itu berkoordinasi dengan baik? Di Indonesia ini, hampir semua badan-badan tak berkoordinasi dengan baik. Jangan heran kalau menurut Deptan tidak impor, tapi menurut Deperindag impor mengenai beras. Karena selama ini lembaga-lembaga yang ada tidak nyambung.
b. Pemasaran alat mesin pertanian diserahkan secara penuh kepada swasta.
c. Masih adakah UPJA-UPJA saat ini? UPJA banyak terbengkalai karena minimnya dana untuk operasional alat mesin pertanian.
2. Faktor Teknologi Alat Mesin Pertanian
a. Petani masih menganggap bahwa teknologi yang diterapkan nilai keuntungannya sama dengan teknologi tradisional yang mereka pakai selama ini, atau bahkan teknologi alat mesin pertanian lebih memiliki tingkat keuntungan rendah secara ekonomi karena biaya operasional yang harus dikeluarkan. Padahal jikalau waktu yang dapat dihemat dengan alat mesin, maka petani dapat melakukan aktivitas lainnya untuk mendapatkan pendapatan lebih. Tetapi lahan kerja lainnya belum difasilitasi.
3. Faktor Masyarakat Petani
a. Daya beli petani kita masih kurang. Petani lebih memilih membeli kerbau untuk menggarap lahannya yang hanya beberapa hektar saja. Mereka lebih menganggap kerbau yang bisa beranak lebih menguntungkan dari pada traktor yang harus mengeluarkan biaya operasional bahan bakar, pelumas dan perbaikan suku cadang.
b. Sudah baik kah sistem kelompok tani kita? Hanya beberapa wilayah saja kelompok tani kita sudah dikembangkan. Padahal ini adalah salah satu faktor pendukung berjalannya penerapan alat mesin pertanian karena dengan adanya kelompok tani, maka lahan pertanian akan digabungkan secara kolektif, dan kebutuhan alat mesin pertanian dapat dipenuhi dengan dana kolektif.
c. Petani banyak yang tidak memiliki kemampuan untuk mengoperasikan alat mesin karena kurangnya sosialisasi dari pihak yang bertanggungjawab.
d. Petani belum merasa membutuhkan alat mesin karena dengan sistem/metode yang mereka pakai saat ini mereka masih merasa untung.
e. Demografi masyarakat juga mempengaruhi dan sangat mempengaruhi. Ketika tenaga kerja masih banyak tersedia dan mereka menggantungkan hidupnya menjadi buruh tani, maka alat mesin pertanian belum bisda diterima.
f. Pendidikan masyarakat juga mempengaruhi tingnkat pemahaman terhadap pentingnya mekanisasi pertanian.
Maka dari itu, IMATETANI sebagai satu-satunya wadah pergerakan mahasiswa teknik pertanian di Indonesia secara nasional baiknya melaksanakan hal-hal berikut :
- IMATETANI segera harus melakukan pendesakan dan pengawalan kebijakan dan kinerja kelembagaan-kelembagaan yang berkepentingan dan bertanggungjawab terhadap pengembangan alat mesin pertanian.
- Medesak pemerintah agar merapihkan kelembagaan alat mesin pertanian agar tidak terjadi tumpang tindih tanggungjawab.
- Penciptaan teknologi alat mesin pertanian yang fungsional, melalui gerakan penciptaan alat mesin pertanian fungsional secara kondisi teknis wilayah oleh mahasiswa teknik pertanian di seluruh perguruan tinggi di Indonesia.
- Melakukan gerakan bersama pelatihan operasi alat mesin pertanian kepada petani di seluruh wilayah masing-masing perguruan tinggi dimana mahasiswa teknik pertanian berada.
- Menghubungkan pihak kelompok tani, bengkel tani dengan perguruan tinggi agar mendapat bimbingan dan kerjasama untuk pemeliharaan lat mesin pertanian.
- Mengkampanyekan kepada masyarakat luas tentang pengembanga alat mesin pertanian
- Membangun kesadaran kepada mahasiswa akan permasalahan alat mesin pertanian Indonesia sehingga timbulah kemauan untuk berfikir dan bertindak dari mahasiswa sebagai calon-calon pencipta dan yang akan terjun ke masyarakat.
OPINI tentang data pertanian di desa
BENARKAH DATA YANG KITA PAKAI BENAR?
Oleh : Tim Bina Desa Sistem Informasi Pertanian Desa
Pengalaman dalam pembangunan basis data dan sistem informasi di Desa nomor 3 terbaik Kabupaten Bogor (Desa Cibatok I) Kecamatan Cibungbulang Kabupaten Bogor membawa pelajaran berharga. Tidak hanya belajar bagaimana pola pengembangan pertanian desa yang tak menentu, belajar pola penerapan alat mesin pertanian yang tak punya sistem yang tegas. Tetapi ada hal menarik dan mengejutkan bagi kami dan mungkin bagi kita semua.
Yang pasti, sejak pengalaman itu kami akhirnya selalu berprasangka negatif pada setiap berita-berita tentang apapun yang menyebutkan angka di negeri ini. Pertanyaan yang kami lontarkan adalah : “benarkah data-data yang selama ini kami pakai untuk referensi/pustaka/memperkuat laporan yang kami dapatkan dari internet? Yang kami dapatkan dari BPS? Yang kami dapatkan dari Dinas?Dinas pertanian?atau dari lembaga pemerintah lainnya?” Jikalau benar, maka tak ada masalah bagi kami. Tetapi jikalau yang kami sangka bahwa data itu tidak benar, maka apa artinya laporanplaporan yang kami buat selama ini? Apa artinya karya-karyta ilmiah yang kami tulis selama ini jikalau data yang kami jadikan pustaka adalah tidak benar?
Yang pasti saksi telah melihat bagaimana kagetnya kami ketika data itu dibuat. Data-data luas lahan, produktivitas setiap komoditi pertanian, luas lahan setiap komoditi pertanian, jumlah alat pertanian dan lain sebagainya dibuat setiap setahun sekali oleh pemerintah desa dalam sebuah Laporan Kemajuan Desa yang data itu dilaporkan ke kecamatan, ke kabupaten, ke provinsi, ke pusat. Data itu pun diserap oleh berbagai lembaga seperti BPS dan pihak lainnya yang berkepentingan.
Tapi apa jadinya jika Laporan Kemajuan Desa yang dibuat tiap tahun adalah bohong? Adalah hanya karangan semata yang dibuat oleh pemerintah desa? (keterangan Sekretaris desa sebagai pembuat laporan tahunan) Maka vatal akhirnya. Dan untungnya, kami menyaksikan dan mendengar berita itu.
Jelas saja, siapa yang mau mencari data tiap tahun di desa? Apalagi harus up date tiap bulan, tiap minggu? Wong gaji pamong desa aja ga seberapa….
Akhirnya, dalam pembangunan basis data dan system informasi Desa Cibatok I pun kami harus mengadakan pencatatan ke lapangan kembali, karena data yang benar-benar ada di desa adalah data tahun 1989 (BAYANGKAN!!!), begitu banyak perubahan diantara 19 tahun itu…tapi tak ada up date..
Demikian berita dari kami, tim Bina Desa Sistem Informasi Pertanian….Semoga ini dapat menjadi pelajaran berharga bagi kami dan kita semua, agar selalu waspada terhadap pustaka dan referensi yang ada.
(Berita Pertanian-Fikri Alhaq F/085691927676)
OPINI tentang kurikulum teknik pertanian
Februari 2008
PERUBAHAN KURIKULUM TEKNIK PERTANIAN
Mahasiswa Jangan Hanya Menjadi Objek
Perubahan beberapa perguruan tinggi negeri menjadi Badan Hukum Milik Negara (BHMN), pemikiran akan perkembangan teknologi, tantangan global yang membutuhkan lulusan-lulusan mahasiswa teknik pertanian yang mampu menjawab tantangan global, dan kreatifitas dalam penyempaian ilmu dan teknologi, kesemuanya menjadi faktor pendorong perubahan kurikulum dan system pembelajaran di jurusan/departemen/program studi berbasis teknik pertanian di beberapa perguruan tinggi di Indonesia mulai tahun ajaran 2008/2009 ini.
Baik atau tidaknya, jika itu baik, maka kita semua pasti akan mendukung penuh, namun jika setelah dikaji itu ada beberapa yang kurang baik, maka kita, mahasiswa teknik pertanian sebagai stakeholder yang berperan penting haruslah memberikan pemikiran dan solusinya. Kini, mahasiswa teknik pertanian jangan sampai hanya dijadikan objek atas system dan kurikulum yang ada, tetapi mampu menjadi subjek yang dapat memberikan pendapat vdan pemikiran serta peran dalam pengembangan kurikulum dan pembelajaran di setiap jurusan/departemen/program studi teknik pertanian di setiap perguruan tinggi.
Ikatan Mahasiswa Teknik Pertanian Indonesia (IMATETANI) sebagai wadah pemersatu fikiran mahasiswa teknik pertanian Indonesia, haruslah mampu menjawab dan mengakomodir setiap kepentingan mahasiswa teknik pertanian Indonesia, sebagai wadah studi banding atas perubahan yang terjadi di setiap perguruan tinggi dan akhirnya dapat mengeluarkan statemen atas kondisi yang ada.
Maka, sampaikan komentar, dan pendapat anda serta informasi tentang segala perubahan kurikulum dan pembelajaran bidang teknik pertanian yang ada di masing – masing perguruan tinggi rekan-rekan.
Sampaikan ke No: Fikri Alhaq Fachryana
BIOGRAFI Fikri Alhaq fachryana
CURICULUM VITAE
Full name : Fikri Alhaq Fachryana
Place and date of birth : Cirebon, 9 April 1987
Sex : Male
Religion : Islam
Marital Status : Single
Address : Jl raya Dramaga, Babakan Doneng Bogor (Depan Gerbang Utama IPB)
Email : fikri_Advokasi@yahoo.com
Web : www.fikrialhaq.wordpress.com
Phone number : 0856 9192 7676
Formal Education
Department of Agricultural Engineering (Teknik Pertanian) IPB Bogor 2004 – 2008
SMA 3 Cirebon (Senior High School) Cirebon 2002 – 2004
SMP 1 Ciledug (Junior High School) Cirebon 2000 – 2002
SD Negeri Cilengkrang Girang (Elementary School) Cirebon 1998 – 1999
SD Negeri Jatiseeng Kidul (Eementary School) Cirebon 1998
SD Negeri 2 Pasaleman (Elementary School) Cirebon 1992 – 1997
TPA Almuhajirin (Elementary School) Cirebon 1992 – 1997
TK Almuhajirin, Cirebon (Kids School) Cirebon 1991 – 1992
Non Formal Education
TPA Almuhajirin (2nd Elementary School) Cirebon 1992 – 1996
English Elementary Orbit Cirebon 2000 – 2001
Computer Course Elementary Cirebon 2000 – 2001
Pencak Silat Merpati Putih Cirebon 1999 – 2001
English Conversation Course Stream Line Bogor 2007
Organization
Before under graduate school :
1. Pramuka 1997-2004 (SMP-SMA) Member
2. (Bicycle Commnunity of Cirebon (Club Sepeda) 2003-2004 Leader
3. Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) 2003-2004 Member
4. Eksrakulikuler Bola Basket SMA 3 Cirebon 2002-2004 Member
5. Swimming club Cirebon (Club Renang, Cirebon) 2003-2004 Member
After graduation for senior high school :
1. Educational Foundation Almuhajirin (Yayasan Pendidikan Islam Almuhajirian)
Business Commission/Anggota Bidang Bisnis 2008 – 2010
2. Gear Theater (Club Teater “gear” Teknik Pertanian IPB)
Member 2004 – 2005
3. Agricultural Engineering Students (Komti TEP 41)
Leader / Komti 2004 – 2009
4 Nature Care Association of Cirebon (Remaja Pencinta Alam, Cirebon)
General Leader/Ketua Umum 2004 – 2005
5. Students Legislative Boarding TPB IPB (Dewan Perwakilan Mahasiswa TPB)
Advocacy Commission/Komisi Advokasi 2004 – 2005
6. Central Students Legislative Boarding IPB (Dewan Perwakilan Mahasiswa Pusat KM IPB)
Leader of Internal Commission/Ketua Komisi Internal 2005 – 2006
7. Student Council IPB 2005/2006 (Majelis Permusyawaratan Mahasiswa KM IPB)
Constitution Commission/Komisi Konstitusi 2005 – 2006
8. Supervisor of Students Agricultural Engineering Association IPB (Badan pengawas HIMATETA IPB)
General Leader/Ketua Umum 2005 – 2006
9. News paper of Campus IPB (Koran Kampus IPB)
Advertiser 2005 – 2006
10. Indonesian National Students Agricultural Engineering Association (Ikatan Mahasiswa Teknik Pertanian
Indonesia/IMATETANI)
Leader of Agricultural Advocacy Commission/
Ketua Bidang Advokasi Pertanian 2006 – 2007
11. Students Agricultural Engineering Association IPB (HIMATETA IPB)
General Secretary/Sekretaris Umum/Eksekutif 2006 – 2007
12. Central Students Legislative Boarding IPB 2006/2007 (Dewan Perwakilan Mahasiswa Pusat KM IPB)
Leader of Policy Commission /Ketua Komisi Kebijakan 2006 – 2007
13. Cirebon Family Association of IPB (Ikatan Keluarga Cirebon)
Member 2004 – 2008
14. Student Council IPB 2006/2007 (Majelis Permusyawaratan Mahasiswa KM IPB)
Constitution Commission/Komisi Konstitusi) 2006 – 2007
15. Central Students Legislative Boarding IPB 2007/2008 (Dewan perwakilan Mahasiswa Pusat KM IPB)
Leader of Advocacy and Students Prosperity /
(ketua Komisi Advokasi&Kesejahteraan Mahasiswa) 2007 – 2008
16. Student Council IPB 2007/2008 (Majelis Permusyawaratan Mahasiswa KM IPB)
Election Commission (Komisi Pemilihan Raya) 2007 – 2008
17. Supervisor of Students Agricultural Engineering Association IPB (Badan Pengawas HIMATETA)
Member 2007 – 2008
18. Students Executive Boarding of Faculty Agricultural Technology IPB (BEM FATETA IPB)
Expert Staff of Advocacy Commission/Staf Ahli Advokasi 2007 – 2008
19. Young Muslim Association of Cirebon (Remaja Islam Almuhajirin, Cirebon)
Leader of Sport Commission/Ketua Bidang Olahraga 2004 – 2005
20. Indonesian National Students Agricultural Engineering Association (Ikatan Mahasiswa Teknik Pertanian
Indonesia/IMATETANI)
General Leader/Ketua Umum) 2007 – 2008
21. Pasaleman District People Association, Cirebon (Ikatan Masyarakat pasaleman, Cirebon)
General Leader/Ketua Umum) 2007 – 2008
22. Young Muslim Association of Cirebon (remaja Islam Almuhajirin, Cirebon)
Leader of Civil Servant (Ketua Bidang Pengabdian Masyarakat)2007 - 2008
23. Indonesian National Students Agricultural Engineering Association (IMATETANI)
General Leader of Supervisor (Ketua Dewan Pembina) 2008 – 2009
24. Students National Agricultural Technology Association (IMTPI)
Member 2008 – 2010
25. Agricultural Engineering Civil Movement(Gerakan Masyarakat Teknik Pertanian) (GEMATETA)
General Leader (Ketua Umum) 2008 – 2010
26. Indonesian Society of Agricultural Engineering (Perhimpunan Ahli Teknik Pertanian) (PERTETA)
Website, milist and member recruitment staff 2009- now
27. Young Engineer Association of Indonesian Engineer Assosiation (Persatuan Insinyur Indonesia)
Manajer of Relation 2009-2010
Committee
Agricultural Engineering Sport Exhibition
Leader of Public relation 2004
IPB Students Council Session
Member 2004
Engineering Science Competition
Program Commission 2005
Campus Introduce Program for New Students
Supervisor 2005
Election for Leader Students Agricultural Engineering Association IPB
General Leader 2005
42th Dies Natalis IPB
Economic 2005
Advocacy networking of IPB
General Leader 2006
Economical Students of IPB
General Leader 2006
Upgrading for Students Agricultural Engineering Association
Program Commission 2007
Introduction Program for Students Agricultural Engineering Association IPB
Leader of Security Commission 2007
Supervisor Students for Rector Election of IPB
General Leader 2007
National Students of Agricultural Engineering Congress
General Leader 2007
National Agricultural Mechanization seminar
General Leader 2007
Agricultural Engineering National Seminar
Secretary 2007
Suvervisor for Students Leader election
General Leader 2008
HIMATETA Leader Election
Suvervisor 2008
Grand Launching IPB PRESS
General Leader 2009
Trainings and Course
Training Place Year
Multi Level Marketing Business Training Tian Shi Bandung 2004
Intensive program SPMB Neutron Bandung 2004
Multi Level Marketing Business Training IPB/Bogor 2004
Visual Basic Training IPB/Bogor 2005
1st Auto Cad Training IPB/Bogor 2005
Agricultural Engineering Student Profesional Training IPB/Bogor 2005
2nd Auto Cad Training IPB/Bogor 2006
1st Advocacy Training IPB/Bogor 2006
1st Writing Paper Training IPB/Bogor 2006
2nd Writing Paper Training IPB/Bogor 2006
1st Administration and secretary Training IPB/Bogor 2006
1st Capacity Building DPM KM IPB/Bogor 2006
2nd Advocacy Training IPB/Bogor 2007
Organization Management Training Cirebon 2007
2nd Writing Paper Training IPB/Bogor 2007
2nd Capacity Building DPM KM IPB/Bogor 2007
2nd Administration and secretary Training IPB/Bogor 2007
Organization Training HIMATETA IPB/Bogor 2007
3rd Capacity Building DPM KM IPB/Bogor 2008
Business Training PT Shell Indonesia Bogor 2008
Achievement Motivation Training Cirebon 2009
Achievement Motivation Training Kuningan 2009
Music Management and Event Organizer Training Bogor 2008
Agribusiness Management Leadership and entrepreneurship Training Bogor 2009
Training for Engineer Cibinong 2009
Basic Training Management PT TIKI JNE Jakarta 2009
Corporate Social Response Workshop Bogor 2009
Computational Fluid Dynamic Workshop Bogor 2009
Advocacy Training 2009 Bogor 2009
Fieldtrip
Fieldtrip Place Year
Fieldtrip in PT Great Giant Pinaple (Pinaple Plantation and production) Lampung 2007
Fieldtrip in PT Great Giant Live Stock (Cow Livestock) Lampung 2007
Fieldtrip in BBP Mektan (Agricultural Mechanization Production) Tanggerang 2007
Fieldtrip in Puspitek Energi (Energy Production and Development) Tanggerang 2007
Fieldtrip in Bio ethanol Business (bio ethanol Production) Tanggerang 2007
Fieldtrip in Rubber Production Purwakarta 2008
Fieldtrip in PTPN (Tea Production) Subang 2008
Fieldtrip in BPTTG Subang (Efectif Aplication Technology) Subang 2008
Fieldtrip in PT Pacet Segar (Horticulture Production) Cianjur 2008
Fieldtrip in PT PAM Jaya (Water Processing) Bekasi 2008
Fieldtrip in Agricultural Organic System Bogor 2008
Fieldtrip in Balai Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Bogor 2008
Fieldtrip in Balai Penelitian Pasca Panen Pertanian Bogor 2008
Fieldtrip in Balai Inseminasi Buatan Bandung 2008
Fieldtrip in Balai Tanaman Sayuran dan Holktikultura Bandung 2008
Fiedltrip in PG Madukismo Jogjakarta 2008
Fieldtrip in PT AHS Quick Tractor Jogjakarta 2008
Fieldtrip in Gunung Madu Plantation (Sugar Plantation and Production) Lampung 2008
Fieldtrip in Agricultural Project of Kuningan University Kuningan 2008
Fieldtrip in Agricultural Engineering Department of Lampung University Lampung 2008
Fieldtrip in Agricultural Engineering Department of Brawijaya University Malang 2008
Fieldtrip in Agricultural Engineering Department of Soedirman University Purwokerto 2008
Fieldtrip in Agricultural Engineering Department of Padjajaran University Bandung 2008
Fieldtrip in Agricultural Engineering Department of Sriwijaya University Palembang 2008
Fieldtrip in Agricultural Engineering Department of gadjah Mada University Jogjakarta 2008
Fieldtrip in Agricultural Engineering Department of Agricultural Institute Jogjakarta 2008
Fieldtrip in Civil and Environment Department of Technology Institute Bandung 2008
National Seminars
Seminar Place Year
National Congress of Agricultural Engineering Students UGM/Jogjakarta 2006
Robotic Workshop IPB/Bogor 2006
Job Preparation Seminar IPB/Bogor 2006
National Rice Seminar Bogor 2006
Students Executive Boarding National meeting Bogor 2007
National Energy Conversion (fuel-gass) seminar IPB/Bogor 2007
Agricultural Land Irrigation IPB/Bogor 2007
Agricultural Engineering IPB/Bogor 2007
Job Versus Agrotechnopreneurship Seminar IPB/Bogor 2007
Agricultural Engineering Seminar PERTETA 2007 Bandar Lampung 2007
Indonesian Bamboo Bogor 2007
Education Development Seminar IPB/Bogor 2008
Enterpreneurship for Agricultural Engineering UNBRAW/Malang 2008
H5N1 Virus Seminar IPB/Bogor 2008
Natural Resources Development Seminar Bogor 2008
Natural Resources and Environment Development Bogor 2008
BLBI Case IPB/Bogor 2008
National Agriculture Seminar Bogor 2008
Indonesian Robotic Contest UI/Depok 2008
Workshop of National Young People Jakarta 2008
Workshop of Water Resources Management Bandung 2008
National Congress of Agricultural Technology Students Jogjakarta 2008
Human Resources Development of Agricultural Engineering Seminar Bogor 2008
Robotic for Agricultural Application Seminar Bogor 2008
Public Servant for Agricultural Engineering Seminar Bogor 2008
Curriculum and Academic of Agricultural Engineering Seminar Bogor 2008
Agricultural Policy for Food and Energy Security Bogor 2008
Corporate of Academic, Business, Government and
Community for Agricultural Engineering Development Bogor 2008
Farmer Right Seminar Jakarta 2008
Students Executive Boarding Symposium Bogor 2008
Agricultural Mechanization Seminar Bogor 2008
National Convergence for Food and Energy Security Bogor 2008
Gases and Oil Boarding Corruption Case Bogor 2008
Forestry Symposium Bogor 2008
National Agricultural Seminar Bogor 2008
Reinventing Government from Fadel Muhammad Bogor 2008
Agricultural Policy of Islam Bogor 2008
National Agricultural Seminar 2008 Jogjakarta 2008
Right for Research Product Bogor 2008
National Agricultural Engineering Seminar Bandar Lampung 2008
National Agricultural Technology Seminar IMTPI Bogor 2008
Land Crisis Policy for Food and Energy Seminar Bogor 2008
Pubic Meeting for Youth Indonesian Policy Bogor 2008
National seminar and Congress of Palm Oil in Indonesia (MAKSI) Bogor 2009
Book Learning of Prof Dr. H M Amien Rais Cirebon 2009
Escaping Natural Resources Management Bogor 2009
Information and Communication Technology for Rural Agricultural Bogor 2009
Seminar Pengembangan laut dan pesisir berwawasan Lingkungan Bogor 2009
Seminar nasional Pendidikan nasional yang beretika Bogor 2009
Seminar Nasional Upaya Penanggulangan Dampak Krisi Finansial Global
bagi Pertanian dan pedesaan Bogor 2009
Seminar Peran Kehumasan untuk Meningkatklan Citra Perguruan Tinggi Bogor 2009
Local Seminars
Seminar Place Year
Enterpreneurship Seminar IPB/Bogor 2004
Theater Festival IPB IPB/Bogor 2005
Students Creativity Program Seminar IPB/Bogor 2006
1st Energy Seminar IPB/Bogor 2007
Agricultural Engineering in South Sumatera UNSRI/Palembang 2008
District Leader Election Seminar IPB/Bogor 2008
Food and Resilience Security in Banyumas UNSOED/Purwokerto 2008
2nd Energy Seminar IPB/Bogor 2008
Food and Energy Seminar IPB/Bogor 2008
Food Security and Capitalism Bogor 2008
Milk Formula Bacteria Case Seminar Bogor 2008
Students in 10 rd Reformation Era Seminar Bogor 2008
Obstacle of Production Agricultural Technology Bogor 2008
Obstacle of Distribution Agricultural Technology Bogor 2008
South Sumatera Expo 2008 Palembang/Sumsel 2008
Oil Price Increase Effect Seminar IPB/Bogor 2008
Efficiency of BLT (Government Program to Help Poor People) IPB/Bogor 2008
The Effect of Agricultural Engineering for Food and Energy Security Bogor 2008
Roundtable discussion Agricultural for Global Crisis Bogor 2008
Food and Energy Seminar Bogor 2008
Tool and Machine for Agricultural in West Java Bogor 2008
Islam Agricultural Policy Seminar Bogor 2008
Education System of Islam Bogor 2009
Bogor Political Club Meeting Bogor 2009
Conference of Young West Java to answer national crisis Bogor 2009
Bogor Farmer Association Congress Bogor 2009
International Seminars
Seminar Place Year
International Workshop Agricultural Engineering Department of IPB
and Tokyo University Bogor 2008
Achievement/Penghargaan
SD
1st Best Mathematic contest in Cirebon 1997
The Best graduate of Elementary School (Lulusan terbaik SD) 1998
SMP
-
SMA
Finalist of Speak contest in Cirebon, Kuningan, Majalengka and Indramayu 2002
3rd Best Chemistry contest in Cirebon, Kuningan, Majalengka and Indramayu 2003
3rd Best Mathematic contest in Cirebon, Kuningan, Majalengka and Indramayu 2003
The best aerobic gymnastics contest of SMA 3 Cirebon 2004
The best graduate of Senior High School (Lulusan Terbaik SMA N 3 Cirebon) 2004
UNIVERSITAS
The Best student for activities Award of Agricultural Engineering IPB 2004
3rd Best Students for Grade Academic in Department of Agricultural Engineering IPB 2005
1st Best Students for Grade Academic in Department of Agricultural Engineering IPB 2006
Achievement for Students Creativity Program “Otak-Otak Bekatul sebagai Makanan Fungsional) 2007
Achievement for Public Servant Program about Information System for Agricultural
and Civil Society in Village (Pemberdayaan Masyarakat dengan Sistem Informasi Pertanian) 2007
Achievement of paper about agricultural mechanization for students meeting in Nederland 2007
(Penghargaan atas karya tulis tentang Mekanisasi Pertanian untuk pertemuan mahasiswa di Belanda)
Achievement for Public Servant Program about Biogas in Village
(pemberdayaan Masyarakat dengan Biogas) 2007
1st Best Students in Department of Agricultural Engineering IPB (Mahasiswa Berprestasi) 2007/2008
1st Best Students in Faculty of Technology IPB (Mahasiswa Berprestasi) 2007/2008
7th Best Students in University IPB (Mahasiswa Berprestasi) 2007/2008
The best graduate of Agricultural Engineering IPB&Faculty of Agricultural Technology
(Lulusan Terbaik Departemen Teknik Pertanian&Fakultas Teknologi Pertanian IPB) 2009
Achievement for LASKAR MENTARI Award Faculty of Agricultural Technology IPB 2009
(Penghargaan bagi mahasiswa Lulusan Fakultas Teknologi Pertanian yang paling banyak berkontribusi)
Job Experience
Institution Position Year
Agricultural Engineering Department Lecture Assistant for Fluid Mechanic Practice I 2006
of Bogor Agriculture University (Asisten Dosen Mekanika Fluida)
Agricultural Engineering Department Lecture Assistant for Draw Engineering Practice I 2006
of Bogor Agriculture University (Asisten Dosen Gambar Teknik)
Agricultural Engineering Department Lecture Assistant for Mechanical and 2006
of Bogor Agriculture University Material Engineering Practice I
(Asisten Dosen Mekanika dan Bahan Teknik)
Agricultural Engineering Department Lecture Assistant for Fluid Mechanic Practice II 2007
of Bogor Agriculture University (asisten Dosen)
Agricultural Engineering Department Lecture Assistant for Draw Engineering Practice II 2008
of Bogor Agriculture University (asisten Dosen)
Agricultural Engineering Department Lecture Assistant for Mechanical and 2008
of Bogor Agriculture University Material Engineering Practice II (Asisten Dosen)
Computer Educational Boarding, Cirebon Leader 2006
PG Rajawali II Cirebon Practice in Sugar Plantation 2007
PT Multi Area Desentralisasi Enumerator/surveyor 2008
PT Shell in Bogor Facilitator for Business Training 2008
Training for Writing Paper in Bogor Moderator 2006
National Agricultural Engineering Seminar 1Moderator 2007
Job Versus Agrotechnopreneurship Seminar Moderator 2007
Training for Writing Paper Students
Creativity Program Moderator 2007
Energy Seminar Moderator 2008
Public Servant for National Agricultural Moderator 2008
Engineering Students Seminar
Film festival HM Soeharto Moderator 2008
Students Boarding in Faculty of Moderator 2008
Agricultural Technology IPB Seminar
Agricultural Machinery West Java Seminar Moderator 2008
National Agricultural Engineering Seminar 2Moderator 2008
Agricultural of Bogor Moderator 2009
Workshop for Computational Fluid DynamicModerator 2009
Training for Business Trainer 2006
Training Out bond, Cirebon Trainer 2006
Training Computer Operation, Cirebon Trainer 2006
Web Design Training Trainer 2009
Advicacy Training KM IPB 2009 Trainer 2009
Organization Management for Agricultural Engineer Trainer 2009
PERTETA, IMATETANI. Website Maker 2008
Engineering Science Competition Jury 2005&2008
IPB verification of UKM Jury 2009
RAFAH, Junior and senior High School Teacher of Physics 2008
TETA TRAINEE Leader and Trainer of Leadership
and Organization Management 2009
TEKNOS Study Boarding Teacher of Physics, Mathematic, Chemistry, Biology2009
Incubator Business Project of IPB Economic Engineer 2009
Gudang Buku of Faculty of Agricultural Technology Risett and Development 2009
IPB PRESS Event Organizer 2009
PT TIKI JNE Administrator Operational 2009
Cirebon Farm and Livestock General Leader 2009
Paper
Paper Year
Otak-Otak bekatul for Fungtional Food 2006
Program to Increasing Sugar Efficiency with Plantation Mechanization and
Management Optimization for Indonesian Sugar Enough in 2009 2007
Civil Capacity of Situ Ilir and Cibatok I, Cibungbulang District, Bogor Country with
Building of Tool and Machinery Workshop for Agricultural Productivity 2008
Productivity of Rice with Tool and Machinery After Harvest and Building Agribusiness System 2008
Irrigation in West Java 2008
Tool and Machinery Development in West Java 2008
Analysis Food Security 2008
Developing Agricultural Engineering Students for Facilitator of Tool and Machinery
Development with Tool and Machinery Service Boarding 2008
System Information of Agricultural in Cibatok, Bogor 2008
Application Biogas Technology in Bogor 2008
Agricultural Engineering Application in PG Rajawali II Karang Suwung Cirebon 2008
Advocacy Strategy for Agricultural Engineering 2009
Agricultural Engineering Students Movement 2009
Analysis Obstacle of Rice Threes Tool and Machinery Application in Cibungbulang, Bogor 2008
Information System of Research Agricultural Engineering Student 2008
Information System of Practice for Agricultural Engineering Student 2008
Controlling System of Agricultural Engineering Students Organization 2009
Harvesting Management of Food Commodity 2009
Food Export Analyst 2009
Essay
Essay
· Benarkah Data (Pertanian) yang Kita Pakai Benar?
· Pilih Gula atau Beras?
· Membuat petani Butuh, Bukan Memaksakan Petani yang Tidak Butuh (Alat Mesin Pertanian)
· Hambatan Penerapan Mekanisasi Pertanian di Sumatera Selatan
· Akhirnya Bea Masuk Kedelai Diturunkan…ini Solusi Sesaat atau jangka Panjang?
· Evaluasi Pengembangan Alat Mesin Pertanian di Jawa Barat untuk Peningkatan Produktivitas Beras
· Belum Sinerginya ABGC (Academic, Business, Government, Community) Membuat Alat mesin Pertanian Kalang Kabut
· Mekanisasi Pertanian Terancam Hancur Lagi (Menyikapi kenaikan BBM Mei 2008)
· Ergonomika Pertanian Belum Diperhatikan
· IMTPI, Kembalilah pada Disiplin Ilmunya
· Pudarnya Taring Mahasiswa
· Pernyataan Sikap terhadap Konversi Minyak Tanah ke Gas
· Pergerakan Mahasiswa menuju kampus yang Dinamis